Widgets

Home » » Keselamatan Kerja Listrik

Keselamatan Kerja Listrik

Written By TEKNIK KETENAGALISTRIKAN on Sunday, May 12, 2013 | 8:11 AM

Setelah kemarin saya berbagi ilmu tentang Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3 ), pada kesempatan ini saya akan berbagi ilmu tentang Keselamatan Kerja Listrik. Apa itu Keselamatan Kerja Listrik ?.

Keselamatan kerja listrik adalah keselamatan kerja yang bertalian dengan alat, bahan, proses, tempat (lingkungan) dan cara-cara melakukan pekerjaan. 
Tujuan dari keselamatan kerja listrik adalah untuk melindungi tenaga kerja atau orang dalam melaksanakan tugas-tugas atau adanya tegangan listrik disekitarnya, baik dalam bentuk instalasi maupun jaringan.
            
Pada dasarnya keselamatan kerja listrik adalah tugas dan kewajiban dari, oleh dan untuk setiap orang yang menyediakan, melayani dan menggunakan daya listrik.Undang undang no. 1 tahun 1970 adalah undang undang keselamatan kerja, yang di dalamnya telah diatur pasal-pasal tentang keselamatan kerja untuk pekerja-pekerja listrik.

Latar belakang keselamatan kerja listrik tidak lepas dari tingkat kehidupan masyarakat baik pendidikan, sosial ekonominya dan kebiasaan akan merupakan faktor-faktor yang banyak kaitannya dengan keselamatan kerja. Kecepatan perkembangan perlistrikan dengan luasnya jangkauan dan besarnya daya pembangkit melampaui kesiapan masyarakat yang masih terbatas pengetahuannya tentang seluk beluk perlistrikan.

Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) merupakan rambu-rambu utama dalam menanggulangi bahaya listrik yang diakibatkan oleh pelayanan, penyediaan dan penggunaan daya listrik.

Listrik Dinamis
            Sumber listrik dinamis sangat bervariasi besarnya tegangan maupun dayanya. Keselamatan kerja listrik dinamis dibagi dalam beberapa bagian.
1.    Bagian pembangkitan
Keselamatan kerja listrik pada bagian pembangkitan meliputi sumber daya, peralatan pengendalian dan sistem pengamanan tegangan. Besarnya tegangan terbangkit tergantung dari besarnya daya.

Untuk pemakaian daya langsung, tegangan terbangkitnya tegangan terpakai yaitu : 110 volt, 127 volt, 220 volt, 240 volt atau 380 volt. Untuk pemakaian tidak langsung umumnya digunakan tegangan menengah yang besarnya berkisar 3 kv sampai 12 kv

2.    Bagian transmisi

Pada bagian transmisi yang ruang lingkupnya termasuk gardu-gardu induk, memerlukan syarat-syarat keselamatan yang tinggi.

Bagian transmisi bekerja dengan tegangan rendah untuk alat-alat pengendalinya dan tegangan tinggi sampai ekstra tinggi untuk sistem jaringannya. Trafo dan alat-alat pengaman disediakan khusus untuk perlengkapan transmisi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada jaringan transmisi misalnya jarak kabel terendah terhadap tanah, jarak bebas hunian termasuk bangunan, pohon-pohon, lintasan jalan raya dan kereta api diatur secara ketat dan khusus.

3.    Bagian distribusi

Bagian distribusi merupakan bagian yang paling banyak berhubungan dengan kegiatan manusia sebagai pengguna daya listrik maupun bukan. Program listrik masuk desa sangat meminta perhatian dalam hal keselamatan kerja listrik. Sistem distribusi dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
  1. Distribusi primer yang beroperasi pada tegangan menengah sehingga jaringan distribusinya disebut Jaringan Tegangan Menegah (JTM) 
  2. Distribusi sekunder yang beroperasi pada tegangan rendah sehingga jaringan distribusinya disebut Jaringan Tegangan Rendah (JTR).
Kecelakaan listrik banyak terjadi akibat kontak langsung maupun tidak langsung dengan JTM atau JTR. Banyak kecelakaan listrik terjadi akibat kelalaian sendiri atau orang lain. Sebagai penyebab tidak langsung, kecelakaan itu terjadi karena jatuh atau tersangkutnya benda yang diangkut pada jaringan secara tidak sengaja.

4.    Bagian instalasi

Instalasi listrik merupakan bagian terakhir dari sistem perlistrikan dinamis yang menyangkut masalah pemakaian. Hampir seluruh penggunaan daya listrik dilayani oleh instalasi listrik secara langsung. Oleh karena itu kecelakaan listrik yang terjadi pada bagian ini hampir mencapai 50%.

Persyaratan-persyaratan penanggulangannya sudah termasuk di dalam PUIL, PIL dan SPL (Syarat-syarat Penyambungan Listrik) . Secara teknis sebenarnya kecil kemungkinan terjadinya kecelakaan listrik apabila syarat-syarat keselamatan listrik diketahui dan dipatuhi.
Dari hasil statistik dan symposium kecelakaan karena listrik dapat diketahui bahwa :
  • Hampir 95% kecelakaan listrik berakhir dengan kematian.
  • Lebih dari 60% kecelakaan listrik dari hasil kerja tegangan rendah, yang pada hakekatnya adalah tegangan terpakai 
  • Sekitar 50% dari kecelakaan tersebut disebabkan oleh pemakaian alat-alat listrik.
  • Faktor ketidaksengajaan dan tidak ketahuan sebagai sumber terbesar dari kecelakaan listrik.
 
Kebakaran Listrik
            Kebakaran akibat listrik seharusnya sukar terjadi apabila syarat-syarat pemasangan dan keamanan dipenuhi. Pada sistem jaringan untuk sampai pada pemakai dipergunakan sistem pengaman bertingkat, sehingga kemungkinan kebakaran sebagai akibat timbulnya panas yang berlebihan sangat kecil. 
Kebakaran pada umumnya terjadi karena ulah pemakai daya listrik sendiri. Mengganti sekering, menyambung sekering dan menyambung langsung tanpa pengaman adalah faktor-faktor utama penyebab timbulnya kebakaran.
            Tindakan pengamanan terhadap kebakaran listrik harus dilakukan dengan langkah dan cara yang benar. Memutuskan penghubung utama dari sistem instalasinya adalah tindakan yang harus dilakukan pada langkah pertama. Bila arus listrik dijamin telah terputus, segala macam cara dan alat pemadam kebakaran dapat digunakan.
Kejut Listrik
            Tegangan listrik sinus bolak balik dengan frekuensi 50/60 Hz adalah sumber tegangan yang umum digunakan di dunia. Menurut Art Margolis dalam bukunya Electrical Wiring hal 53 periode kejut listrik dapat digambarkan sebagai berikut :
Besar arus mA
Arus Kejut
Akibat yang terjadi
1

1-10

5-25

25-50

50-100
Terasa ada arus

Otot menjadi kejang

Sukar terlepas dari pengaruh

Semua jaringan otot bergetar

Vebrilasi ventriculasi


Faktor utama yang menyebabkan kejut listrik adalah :
  1. Besarnya sifat penahan dari badan manusia.
  2. Lintasan arus listrik dari titik awal terkenanya dan titik akhir penyaluran arus.
Dari tabel besarnya tahanan pada beberapa bagian tubuh, dapat diperkirakan berapa besarnya arus lintasan yang terjadi.

Bagian badan
Tahanan dalam KΩ
Kulit kering
Kulit basah
Bagian dalam
Telinga, bibir, dsb
100 - 600
1
0,4 – 0,6
0,6

            Hasil penelitian hanya 3% arus listrik yang langsung menyilang otak. Bagian paling peka terhadap arus listrik adalah jantung, dalam orde mili Ampere dan dalam waktu yang relatif singkat sudah mampu menimbulkan vebrilasi jantung.

Arus 20-40 mA akan dapat menghentikan pernafasan akibat otot-otot pernafasan menjadi kejang, korban masih dapat ditolong apabila waktu berlangsungnya vebrilasi tidak lebih dari 3 menit.
            Tingkat vebrilasi yang paling tinggi adalah vebrilasi ventrikulasi, sebagai akibat tersilangnya jantung secara langsung. Bagaimana arus listrik mengalir melalui tubuh kita lihat dari sisi mana yang menyinggung tegangan listrik dapat diuraikan sebagai berikut :
  • Dari tangan kanan ke arah kaki kiri tidak menyilang jantung, vebrilasi ventrikulasi tidak terjadi. 
  • Dari tangan kiri ke arah kaki kanan, menyilang jantung, vebrilasi ventrikulasi terjadi.
Jadi tersinggung tegangan listrik dan teraliri arus listrik justru lebih aman pada tangan kanan daripada tangan kiri.

Share this article :
Sukai Blog ini :

15 comments:

  1. Kalau burung berdiri di kabel listrik kok nggak apa-apa ya gan? Informasi yang bagus banyak belajar kelistrikan di sini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gak apa-apa gan lagian kabelnya tidak dialiri listrik hehe selain itu kabelnya juga dilapisi oleh isolasi gan
      hehe maaf gan jika pertanyaan anda mengapa burung hinggap di kabel listrik tanpa isolasi kabel dan bertegangan tidak tersengat listrik?
      jawabanya karena tidak ada aktifitas sentuhan terhadap ground karena jika kaki burung menyentuh ground maka akan terjadi perbedaan hantaran listrik yang akan terjadi kesetrum istilahnya gan

      terimakasih gan semoga bermanfaat untuk agan

      Delete
    2. Oh gita ya pantesan burung seenaknya hinggap di kabel listrik tanpa merasakan apa-apa hehe.... thanks infonya gan :)

      Delete
    3. iya gan
      sebenarnya kita juga bisa hinggap seenaknya gan seperti burung-burung
      dengan syarat kaki kita tidak menyentuh ground maka kita akan selamat dari kesetrum
      hehe
      extreme jangan dipraktekan gan

      Delete
    4. keren nih gan infonya.
      kyanya mas gunawan ahli mslah klistrikan nih :D
      klo lstrik d kosan ane mti bsa ngubungi mas gunawan aja ya. wkkwkwk... :D
      thanks gan infonya

      Delete
    5. terimakasih gan.
      saya hanya berbagi pengetahuan apa yang saya dapat gan.
      wah kalau itu siap gan
      untuk masalah instalasi listrik saya layani gan hehe
      sama-sama gan semoga bermanfaat bagi agan

      Delete
  2. Informasi yg tentunya sangat penting dan bermanfaat untuk kita2 mas :)
    Terima kasih..sukses selalu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih mas sukses dan sehat selalu untuk anda mas

      Delete
  3. waduh, aku paling takut ama listrik sob, makanya misalkan ada hal yg berhubungan dgn listrik, paling2 minta bantuan ama kakak.

    oya, folback sukses sob... mksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa harus takut sob listrik tidak perlu ditakuti karena kita juga memanfaatkan energinya kawan.
      jika memang belum tahu paling aman memang minta bantuan kepada yang lebih tahu kawan.
      wah makasih kawan atas follbacknya
      semoga sukses selalu kawan

      Delete
  4. Replies
    1. terimakasih kawan semoga apa yang ada disini dapat berguna untuk anda
      semoga sukses selalu kawan

      Delete
  5. Cool......

    Untuk info pelatihan & sertifikasi K3 Klik : deltaindo.co.id

    ReplyDelete
  6. nice infonya
    www.titianmc.co.id
    infoahlik3.wordpress.com

    ReplyDelete
  7. Kl misalnya kita terpegang kabel listrik yg ad lapisan isolatornya,akan kesetrum gak?

    ReplyDelete

Subscribe via email untuk berlangganan artikel terbaru dari blog ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Teknik Ketenagalistrikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Gunawan Template
Proudly powered by Blogger