Widgets

perbaikan setrika listrik

Written By TEKNIK KETENAGALISTRIKAN on Saturday, April 13, 2013 | 10:05 AM


Seterika listrik adalah peralatan listrik rumah tangga yang digolongkan dalam peralatan
pemanas berdaya rendah.
Jenis dari seterika listrik antara lain :

a. Seterika listrik jinjing (portable)
? Tanpa pengatur panas
? Dengan pengatur panas (otomatis)
? Dengan uap air
b. Seterika listrik besar
? Roll iron
? Pres iron

Pada umumnya seterika listrik partable banyak dipakai untuk keperluan rumah tangga,
sedangkan seterika listrik yang besar seperti roll iron dan press iron banyak dipakai di
hotel-hotel , di rumah sakit dan binatu.
Prinsip kerja seterika listrik adalah mengubah energi listrik menjadi enerji panas
melalui elemen pemanas dimana panas yang dihasilkan dikumpulkan oleh besi

pengumpul panas yang kemudian melalui gosokan diteruskan pada objek yang akan
diseterika.
1. Konstruksi
Bagian-bagian utama dari seterika listrik terdiri dari :
 a. Elemen panas
b. Besi pengumpul panas
c. Besi pemberat
d. Tutup dan pemegang seterika
e. Terminal dan kabel penghubung
f. Pengatur panas (untuk seterika otomatis)
g. Pompa air (untuk seterika dengan uap air)

1.1. Elemen Panas

Sebagai sumber panas seterika listrik digunakan elemen pemanas berupa
kawat nikelin berbentuk pipih yang dililitkan pada lembaran mika yang
dibentuk sedemikian rupa sesuai bentuk alas seterika, sehingga panasnya
dapat tersebar merata. Elemen pemanas ini terisolasi terhadap badan
seterika.
Pada seterika listrik model yang lain, kawat nikelin digulung menyerupai
bentuk spiral dan dimasukkan dalam selongsong/pipa sebagai pelindung.
Agar arus listrik tidak mengalir kebadan seterika, antara spiral nikelin
dengan pipa disekat/diisolasi dengan bahan oksida magnesium. Pada
seterika model yang lama, spiral nikelin diberi selongsong dari bahan
keramik/batu tahan api sebagai pelindung dan sekaligus sebagai isolator.
Gambar 2 – 1, menunjukkan contoh salah satu jenis elemen panas.

Gambar 2-1 Elemen pemanas

1.2. Besi Pengumpul Panas

Besi pengumpul panas atau yang sekaligus sebagai bagian dasar/alas dari
seterika, berbentuk plate yang dilapisi bahan anti karat dan anti lengket,
dan bagian ini harus selalu bersih karena langsung dengan objek yang
diseterika (pakaian).
Gambar 2-2. Besi pengumpul panas


1.3. Besi Pemberat

Pada seterika yang lama, dilengkapi dengan besi pemberat, karena daya
rata-rata seterika listrik 350 watt, sedang objek/bahan yang diseterika
kebanyakan dari jenis katun, yang pelicinannya memerlukan tekanan yang
cukup kuat.
Seterika listrik model yang lebih baru, tidak lagi dilengkapi dengan besi
pemberat, dengan alasan bahwa objek/bahan yang diseterika sudah banyak
bahan dari jenis sintetis dan lebih lembut.

1.4. Tutup dan pemegang seterika

Tutup seterika gunanya untuk melindungi bagian dalam seterika yang
dialiri arus listrik terhadap sentuhan pemakaiannya, dan juga berfungsi
agar panas tidak menyebar langsung ke udara bebas.

Sedangkan pemegang seterika biasanya dari bahan yang tidak mengalirkan
panas dan juga tidak mengalirkan arus listrik. Untuk itu bagian ini
biasanya terbuat dari kayu, ebonit atau karat.

1.5. Terminal dan Kabel penghubung

Terminal berguna untuk menghubungkan rangkaian dalam seterika dengan
sumber tegangan dari kotak-kontak dinding, melalui kabel penghubung.
Beberapa model seterika listrik menggunakan terminal yang merupakan
tempat persambungan antara ujung kawat elemen yang disambung pada
tusuk kontak (stiker) dengan kabel penghubung luar yang disambung pada
kontra steker, sehingga pada saat tidak digunakan kabel penghubung dapat
dilepas dan disimpan terpisah dari seterikanya.
Gambar 1-3 menunjukkan bagian-bagian dari seterika pada umumnya.
Gambar 2-3. Bagian-bagian seterika listrik


1.6. Pengatur Panas

Seterika dengan pengatur panas otomatis menggunakan komponen
tambahan berupa termostat yang tersusun dari bahan bi metal yaitu
lempengan dua logam yang berbeda koefisien muai panjangnya, disatukan
menjadi satu lempengan. Apabila lempengan logam ini terkena panas,
maka salah satu jenisnya akan memuai lebih dahulu, sehingga lempengan
tadi membengkok, yang arah bengkoknya ini kemudian dimanfaatkan untuk

melepas/menghubungkan kontak, jadi bila panas berlebihan kontak
memutus sehingga elemen pemanas tidak lagi dialiri arus listrik, tapi bila
panasnya mulai rendah lagi kontak akan menghubung kembali dan arus
listrik kembali mengali melalui elemen pemanas. Dengan demikian
kondisi panas seterika dapat dipertahankan pada panas tertentu sesuai
dengan yang diinginkan melalui pengaturan tombol pengatur panas.

1.7. Pompa Air

Pada seterika yang menggunakan uap air mempunyai tabung air dan
dilengkapi dengan pompa air.
Pompa air ini berfungsi untuk menyemprotkan air pada objek yang
diseterika, terutama pada bahan yang tebal/katun, guna mendapatkan hasil
seterika yang baik dan rapi.

2. Perawatan seterika listrik

Perawatan rutin kepada seterika listrik relatif ringan, sesuai dengan fungsinya
bagian yang perlu diperhatikan adalah alat seterika yang harus selalu terjaga
kebersihannya.
Biasanya jika selesai digunakan untuk menyeterika pakaian yang jenis kainnya
mudah terbakar dan mengandung bahan sintetis, bulu-bulu kain terbakar dan
arangnya menempel berupa kerak pada alas seterika.
Pembersihannya dilakukan dengan lap yang sudah dibasahi dengan bensin/thiner.
Jika sudah terlampau keras dan tebal dibersihkan dengan pisau atau sekrap tipis.
Bagian lain yang harus dipelihara adalah kabel penghubung, terminal dan tusuk
kontak. Secara visual sebaiknya selalu diperiksa apakah isolasi kabel masih baik,
terminal hubung dari tusuk kontak apakah masih baik kondisinya.
Bagian-bagian seterika yang mudah rusak.

2.1 Elemen Panas

Kerusakan pemanas bila terjadi karena pemakaian yang berlebihan, misalnya
pada seterika tanpa pengatur panas.
Atau termostat rusak, sehingga fungsi kontrolnya tidak bekerja

Ada kemungkinan juga salah pemakaian tegangan, terutama seterika baru.
Kawat elemen rusak atau putus, isolasi elemen rusak, sehingga terjadi hubung
singkat ke badan seterika.

2.2 Kabel Penghubung

Kerusakan kabel penghubung terjadi karena :
? Salah satu kawat atau keduanya putus akibat sering terpuntir waktu
digunakan atau terlipat-lipat pada saat menyimpannya.
? Kabel terlalu kecil sehingga menjadi terlalu panas saat digunakan. Isolasi
mudah rusak sehingga mudah mengakibatkan terjadinya hubung singkat.
? Kabel sudah tua.

2.3 Terminal dan tusuk kontak hubung.

Kerusakan terminal hubung kabel baik yang dapat dilepas atau yang tidak
terjadi karena kontak yang melonggar, sehingga saat hubung-lepas
menimbulkan bunga api dan meninggalkan arang.
Juga karena panas yang berlebihan atau porselin tusuk kontak hubung pecah,
pegas penjepit hangus atau merenggang.

h. Termostat

Kerusakan termostat terjadi akibat pemakai tidak mematuhi petunjuk
pengaturan pemakaiannya. Atau seterika pernah/sering jatuh, sehingga
mengubah susunan mekanis dari termostat.
Bagian-bagian seterika yang lengkap ditunjukkan pada gambar 2– 4.

Gambar 2 – 4 Bagian-bagian Seterika listrik

Share this article :
Sukai Blog ini :

4 comments:

  1. informasi yang berguna.. saya blogwalking di sini.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih kawan atas kunjunganya
      selamat siang

      Delete
  2. juga selesai follow di sini.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih sudah follow back ke blog saya.
      salam kenal dari saya selamat siang kawan

      Delete

Subscribe via email untuk berlangganan artikel terbaru dari blog ini

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Teknik Ketenagalistrikan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Gunawan Template
Proudly powered by Blogger